Sebelum tahun 2018, saya sama sekali tidak mencatat pengeluaran maupun pemasukan dari keuangan saya. Setiap transaksi hanya dimasukkan ke dalam otak dan setelah beberapa saat, transaksi itu pun dilupakan. Yang diingat hanyalah transaksi yang besar seperti pembelian barang elektronik.

Akibatnya, saya pun sering bertanya-tanya, "kenapa uang saya cepat habis ya?". Saat itu, saya memang belum memiliki pekerjaan, hanya kuliah dan sesekali menerima projek-projek kecil, sehingga menganggap perencanaan keuangan itu tidak terlalu penting.

Setelah mendapatkan pekerjaan, barulah saya menyadari bahwa merencanakan keuangan pribadi sangatlah penting. Pertama sekali, saya berencana untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran saya di aplikasi Excel. Namun, saya merasa hal itu sangat merepotkan dan memakan waktu yang lama jika dilakukan dengan menggunakan smartphone.

Meskipun ada aplikasi Excel untuk smartphone, mencatat transaksi setiap hari tidaklah mudah bagi saya, belum lagi harus mengatur kolom-baris dan formula dari data semua transaksi.

Akan tetapi, pernyataan di atas bukan berarti Excel adalah aplikasi pencatatan keuangan yang tidak bagus. Excel adalah software yang sangat cocok jika digunakan untuk mengatur keuangan yang kompleks, yang memerlukan banyak variabel, tidak hanya sekedar jumlah pengeluaran dan pemasukan. Contohnya, di perusahaan.

Nah, untuk mencatat keuangan pribadi yang memerlukan sedikit variabel, saya merasa Excel bukanlah aplikasi yang cocok. Bayangkan jika setiap melakukan transaksi, saya harus membuka Excel dan berurusan dengan kolom, baris, dan formula di smartphone saya! Apakah itu tidak memakan waktu yang banyak?


Bermula dari situ, saya pun mulai mencari aplikasi pencatatan keuangan yang dibuat untuk smartphone. Secara tidak sengaja, saya menemukan aplikasi Finansialku yang ternyata buatan anak bangsa. Sebenarnya, saya sudah lupa dan tidak tahu persis dari mana saya menemukan aplikasi Finansialku pertama kali. Entah itu dari Google Play Store, media sosial, atau membaca salah satu artikel Finansialku.

Dengan menggunakan aplikasi Finansialku, kini mencatat pengeluaran dan pemasukan saya pun menjadi lebih mudah. Aplikasi ini juga memiliki tampilan yang sederhana dan mudah dipahami. Setelah sekian lama menggunakan aplikasi Finansialku, saya pun mencoba membeli paket premium untuk mencoba fitur-fitur lainnya seperti Anggaran, Rencana Keuangan, Investasi, dan Konsultasi Keuangan.

Nah, bagaimana saya merencanakan keuangan pribadi dengan menggunakan aplikasi Finansialku?

Menyusun Anggaran

Pada aplikasi Finansialku, terdapat fitur Anggaran yang membantu saya dalam menyusun perkiraan biaya untuk setiap jenis kebutuhan.

Di sinilah, saya mulai belajar mengalokasikan pemasukan saya, berapa biaya untuk kebutuhan pribadi, berapa untuk keluarga, berapa untuk kendaraan, berapa untuk pendidikan, dan lain-lain. Anggaran tersebut disusun untuk sebulan. Jadi, saya bisa track (melacak) ke mana saja uang saya dihabiskan.

Inilah sebenarnya hal yang paling dasar dalam merencanakan keuangan pribadi, yaitu menyusun anggaran atau budgeting. Bukan hanya perusahaan/bisnis yang memiliki anggaran atau pemerintah yang memiliki APBN, kita pribadi juga perlu memiliki anggaran agar kita tidak teledor dalam membelanjakan uang.

Ada berbagai kategori kebutuhan yang tersedia di aplikasi Finansialku seperti pajak, donasi, tabungan & investasi, belanja bulanan rumah tangga, kendaraan, makanan, liburan, dan lain-lain.

Yang perlu diperhatikan adalah tabungan & investasi ternyata juga dimasukkan ke dalam anggaran. Artinya, anggaran bukan hanya untuk menyusun daftar pengeluaran tetapi juga menentukan berapa persen dari pemasukan yang hendak ditabung. Tabungan bisa berupa tabungan bank, tabungan mata uang asing, dan tabungan emas.

Mencatat Pengeluaran dan Pemasukan

Setelah menyusun anggaran, saya baru mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan. Pada aplikasi Finansialku, pencatatan transaksi dilakukan di fitur Rekening. Ada 5 jenis rekening yang bisa dibuat yaitu akun dompet, akun bank, akun piutang, akun pinjaman, dan akun kartu kredit.

Yang saya pakai saat ini hanya 2 yaitu akun dompet dan akun piutang. Akun dompet digunakan untuk merekap pengeluaran dan pemasukan sedangkan akun piutang digunakan untuk mendata setiap piutang yang diberikan dan pelunasannya.

Tidak ribet untuk mencatat transaksi. Saya hanya perlu menginputkan jenis transaksi, jumlah transaksi, kategori transaksi, jenis rekening/akun, tanggal transaksi, dan keterangannya.

Membuat Rencana Keuangan

Pada aplikasi Finansialku, terdapat fitur Rencana Keuangan yang membantu saya untuk mewujudkan suatu keinginan.

Misalnya, keinginan membeli barang, keinginan berlibur, keinginan masuk asuransi, dan lain-lain. Tentu keinginan tersebut memerlukan dana. Nah, dengan fitur Rencana Keuangan, saya bisa mengetahui berapa nominal yang perlu saya investasikan per bulan untuk mewujudkan keinginan tersebut.

Contohnya, jika saya ingin membeli suatu barang, pertama saya memasukkan harga suatu barang, dana yang tersedia saat ini, durasi waktu untuk membeli barang tersebut, inflasi, dan estimasi hasil investasi. Setelah itu, aplikasi Finansialku akan memberitahu berapa biaya yang perlu diinvestasikan per bulan untuk membeli barang tersebut.

Membaca

Finansialku tidak hanya sekedar aplikasi tetapi juga berperan sebagai media edukasi keuangan. Ketika saya membuka finansialku.com, saya bisa mendapatkan ilmu-ilmu seputar dunia keuangan. Apa itu tujuan keuangan? Apa itu investasi reksa dana? Bagaimana memilih asuransi yang tepat? Semuanya ada di website Finansialku, termasuk informasi tentang dunia entrepreneurship.

Tidak hanya website Finansialku yang penuh dengan ilmu, media sosial dan channel Youtube-nya juga kaya akan konten-konten edukasi keuangan yang bermanfaat.

Jadi, dengan membaca lebih banyak informasi tentang perencanaan keuangan, kita pun bisa menjadi lebih mahir dalam mengatur keuangan kita sehari-hari.



Itulah 4 cara saya dalam merencanakan keuangan pribadi dengan menggunakan aplikasi Finansialku. Nah, apakah kamu tertarik untuk menggunakan aplikasi Finansialku? Langsung saja download aplikasinya di Google Play Store.

Baca Selanjutnya: 3 Alasan Mengapa Bisnis Zaman Sekarang Harus Punya Website


Sumber:
- Pengalaman pribadi
- https://www.finansialku.com/menghitung-dana-membeli-barang/
- Gambar: pixabay.com